Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Puisi Tentang Keindahan Alam Dan Lingkungan Hidup

Puisi tentang alam merupakan puisi yang menceritakan tentang keadaan alam, bisa keindahannya ataupun kerusakan yang terjadi pada alam tersebut.

Salah satu anugerah nyata dari Tuhan kepada para hambanya yaitu alam yang indah ini. Jadi sudah sepantasnya kita untuk menjaga dan melestarikannya. Alam adalah masa depan umat manusia, alam memberikan kita lingkungan yang sejuk dan kehidupan yang sehat. 

Terkait alam berikut ini hida bagikan beberapa puisi indah tentang alam dan lingkungan hidup. Puisi ini dibuat berdasarkan lingkungan hida sendiri dan keadaan waktu masih kanak-kanak. 

Gambar Puisi Tentang Alam dan Lingkungan Hidup

KALI NJUBLAK
By: Hida Koma

Kali njublak
Kali njublak
Dulumu tempat bermandiku
Pagi sore mengunjungimu
Berkecipak dengan air pancuran bersama bapak
Siangnya cari ikan bersam kakak
Kalau tidak,
Cukup main kecebong si anak katak
Dolanan batu-batu layaknya bolu
Atau sekedar pasaran dipangkuan batu besar
Dibelakang bapak yang sedang sholatan
Atau hanya diam kedinginan sebab ciblonan

Blak-blak kali Njublak
Kali cilik yang dulu becik
Sekarang, pancuran sudah hilang
Air mengalir sendat-sendatan
sedang sang ikan tak punya tempat berenang
cebongpun enggan berkejaran
sang katak hijrah tak berjejak

batu besar tempat sholatan usang
tak lagi enak di pijak
ngeres!
Tak bersih oleh guyuran hujan 
Sebab tempelan debu serta kotoran terlanjur tebal
 Kali Njublak
Tinggal Njublak
Kalinya kering tak lagi berair
Njublak kaliku dulu
Kini tinggal batu


PANEN LAYANGAN
By: Hida Koma

Angin barat berhembus
Kemarau terendus
Anak-anak bersorak gembira
Menyambutnya dengan suka cita
Bambu diirat
Benang di timbang mengikat
Kertas, plastik melekat
Layanganpun siap mengudara

Pak, 
Apa bapak ingat
Dulu, waktu kanakku
Sering bapak pulang  bawa layangan
Ada Dorang,
Ada Pethekan
Kadang  juga Tanggalan
Kau peroleh dari ladang sebagai oleh-oleh
Meski aku bukan cah lanang
Tapi sering, dan kau tak bosan memberikan

Pak, 
Masih ingatkah bapak
Tak hanya layangan
Senarnya juga kau dapatkan
Panjang, terpintal di ukelan
Dan cukup untuk sekali layang terbang
Sampai  cah lanang iri memandang
Sebab tak hanya sekali
Hampir setap hari
Selama panen layangan di jalani
Buah tanganmu tak pernah sepi
Hingga di rumah berjajar rapi

 Pak,
Aku senang sekali waktu itu
Dan masih juga senang saat mengingat dulu
Tapi pak, kasihan adikku
Ia tak bisa menikmati seperti aku
Meski dia cah lanang dan juga bisa bikin layangan
Tapi dia selalu iri saat ku ceritakan itu
Pak, terima kasih untuk semuanya
Tapi panen layangan , tinggal kenangan


DUWET – SI ANNGUR HUTAN
By: Hida Koma

Hitam-hitam bergerombol
Dagingnya momol
Pohonnya tegak berdiri
Tak menjalar seperti ular
Hijau saat muda
Merah sedang saja
Hitam kebiruan sesudah masak tiba
Ada yang butir bulat
Ada yang bulat lonjong
Bijinya besar
Sebesar kapsulnya pak dokter

Musimnya iring-iringan ramadhan
Saat berbuka biasanya buat camilan
Atau dijajakan dikantin sekolahan jika bulan tak sedang ramadhan
Tak hanya diladang
Di area pekuburanpun juga ada
Duwet gendul lebih momol dagingnya
Tapi katanya pamali
Jadi untuk sekedar mencicipi
Anak-anak tak berani
Namun jika bapak yang memberi
Kita tak takut lagi

Itulah Duwet, 
Si  Anggur hutan
Yang tak terlestarikan
Tak ada yang  mengembangbiakkan

Itulah 3 puisi indah tentang alam dan lingkungan hidup. Semoga sahabat dapat memahami dan menyukai isi dari puisi tersebut.
Hida
Hida Seorang Pengajar di salah satu sekolah swasta, Suka menulis puisi dan cerpen, dan saat ini setidaknya telah memiliki ratusan judul puisi dan puluhan cerpen, melalui blog ini berharap karya saya dapat bermanfaat dan menginspirasi sahabat pembaca.