Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Puisi Cinta Romantis Dari Hida Koma

Puisi tentang cinta menjadi salah satu jenis puisi yang paling banyak disukai khususnya oleh para remaja. Memang cinta selalu menyuguhkan kisah yang menarik dan rasanya tidak akan habis ceritanya. 

Terkait puisi cinta, ada banyak kisah unik, sedih, haru, dan bahagia yang dapat diceritakan dalam sebuah puisi. Semua memiliki makna yang berarti dan bisa menarik emosi siapapun yang membacanya.

Khusus untuk puisi cinta berikut ini puisi.my.id berikan beberapa contoh puisi romantis tentang cinta karya dari Hida Koma. 

Hida Koma sendiri adalah nama sosmed dari admin puisi.my.id sendiri. yang memang sukanya nulis puisi dan beberapa contohnya yaitu 7 puisi cinta dibawah ini.

Contoh puisi cinta romantis karya dari Hida Koma

APA INI CINTA?

Malam berselimut gelap
Langit hitam merayap
Mendung bergumul
Dan hujanpun turun
Namun ku,
Masih terjaga
Dengan bayangmu, menggodaku selalu
Bayangan hadirmu tak mau enyah dari sudut kamarku
Ingin ku mintamu pergi
Jangan lagi ganggu tidurku
Tapi itu tak berarti
Dan dirimu masih candai inderaku
Mengajakku bercerita
Mendendangkan lagu cinta
Dan untaian kata demi kata mesra
Mewakilii hati yang enggan bicara
Apa ini cinta?
Saat kau disana
Dan ku disini
Bersembunyi via telepon malam hari
Lalu bisik-bisik dengan pelannya
Takut ketahuan ayah bunda
Apa ini cinta?
Saat kita duduk berdua
Bersanding bagai pengantin
Dan kau dengan bibirmu
Mendarat di pipiku
Apa ini cinta?
Aku tak tahu

#Hida koma#
11 November 2014, 09:20

HARAPAN SEMU

Tak ada logam yang tak leleh oleh api
Begitu juga dengan hati
Yang tak tahan oleh puji
Tapi,
Setelah logam berhasil terlelehkan
Apa dengan begitu saja kau tinggalkan
Mengapa kau tuntun aku ‘tuk masuki cintamu’
Namun Setelah itu
Kau biarkan kau biarkan ku berjalan sendiri
Tanpa kau hampiri

Kini akupun bingung kemana harus sandarkan diri
Sedang dirimu seolah menutup diri
Sementara aku disini sendiri
Tanpa kau tunjuki jalan kembali?

#Hida koma#
05 November 2014


YA ATAU TIDAK
By: Hida Koma

Kita tak pernah tahu kapan kan bersua
Namun kita mengerti setelah bertemu juga
Tak ada yang meramalkan
Tak ada prediksi dan perkiraan
Semua terjadi tidak dengan kebetulan
Tangan Tuhanlah yang menyengajakan
Dan kini jika harus satu
Tak ada yang tahu
Dan jika tak jadi satu
Tak juga ada yang tahu
Jalani yang ada
Hiasi yang tertera
Namun jangan terlena
Jangan pula bertanya mengapa
Sebab tak semua tersedia jawaban karena
Sedang pilihannya hanya tidak dan ya
Lalu kita harus bagaimana?
Mengelak dan katakan tidak
Atau terima dengan anggukan ya
Jawabannya ada pada hati
Dan dengarkannya bernyanyi
Ikuti jika kau suka
Dan tolak,
Jika kau tidak
Asal tak memaksakan kehendak
Dan tak melanggar hak
Insyaallah, kepenak

#Hida koma#
11 November 2014, 09.00


PENA CINTA

Ada begitu banyak hal
yang tak bisa ku jelaskan lewat lisan
juga dengan tulisan
namun,
ada satu hal yang tak bisa ku sembunyikan
hati dan perasaan

mungkin lewat kata ku berpuisi
dan baitnya sebagai pena
ungkapan hati juga rasa
tapi belum semua
mungkin dengan tulisan
ku mencoba menguraikan
tapi tinta terbaca tak dengan maksudnya
bagai benang rumit
yang ujung-ujungnya tak kentara
salah menarik bisa salah terka
inilah penaku
pena cinta 
yang masih sulit untuk diterka

#Hida koma#
05 November 2014


TERIMAKASIH CINTAKU

Tanah,
Mungkin tak pernah merasa lemah
Jika langit tak buatnya basah
Meski kering kerontang
Ia tetap tenang
Acuh dengan segala ketidakpedulian
Tak ada terima kasih
Tak ada kembali kasih

Tapi ku tak ‘kan pernah diam
Bisu dan memendam
Sampaikan padamu terima kasihku
Untuk hari kelabu
Yang kau sulap jadi biru
Penuh warna ku rasa selalu

#Hida koma#
05 November 2014

JANGAN PERGI

Pagi mentari bawamu kembali
Kau tak pergi
Kau masih disini
Menemai fajar menyingsing
Mendengar angin bergeming
Kau tak berpaling
Meski ku padamu masih terasing
Tapi waktu yang ‘kan ajariku
‘tuk biasa dan bersapa
Jangan pergi. . .
Tetaplah temani melati mewangi
Tebarkan keharumannya
Dan jaganya dari layu
Biar esok masih bisa kau temu

#Hida koma#
04 November 2014, 05:44


TAKDIR TAK’KAN SALAH
By: Hida Koma

Ku telan pahit
Di tenggorokan yang teronggok sebab namamu
Ingin ku muntahkan
Ingin ku buang
Dan ku katup bibir ini agar menutup
Jelma dirimu jadi pemeran utama
Dalam cerita yang waktu baca
Takdir tak kan salah menempatkan titah
Walau kadang tak lumrah
Tapi percayalah
Ku yakin indah

03 November 2014

Itulah puisi cinta yang saya anggap romantis karena memang ditulis sesuai dengan suasana atau keadaan hati admin sendiri sewaktu membuatnya. Silahkan sahabat berikan tanggapan atau masukan atas puisi tersebut agar disini admin juga ada bahan koreksi untuk menyuguhkan puisi-puisi yang lebih baik lagi. 
Hida
Hida Seorang Pengajar di salah satu sekolah swasta, Suka menulis puisi dan cerpen, dan saat ini setidaknya telah memiliki ratusan judul puisi dan puluhan cerpen, melalui blog ini berharap karya saya dapat bermanfaat dan menginspirasi sahabat pembaca.