Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Puisi dan Sajak Indah Chairil Anwar Tentang Cinta Dan Kehidupan Sosial

Siapa yang tak kenal sosok penyair hebat seperti Chairil Anwar, namanya begitu besar  di dunia seni sastra Indonesia. Banyak karya-karya puisinya yang popular dan menginspirasi banyak orang.  Untuk kembali sosok Chairil Anwar, berikut ini Hida bagikan Kumpulan Puisi dan Sajak indah Chairil Anwar yang begitu melegenda dan bagus untuk kita jadikan hahan renungan dan sumber inspirasi kita. 

Sebagian besar pusi-puisi Chairil Anwar berkaitan dengan masalah sosial, budaya, kemanusiaan, dan sebagian tentang cinta. Silahkan sahabat langsung simak karya puisinya berikut ini:

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

Di karret, dkaret (daerahku y.a.d) sampai jua deru dingin

Aku berbnah dlm kamar, dlm diriku jka kau dtang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949


TJERITA BUAT DIEN TAMAELA

Beta Pattiradjawane 
jang didjaga datu datu 
Tjuma satu 

Beta Pattiradjawane 
kikisan laut 
berdarah laut 

beta pattiradjawane 
ketika lahir dibawakan 
datu dajung sampan 

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala 
beta api dipantai,siapa mendekat 
tiga kali menjebut beta punja nama 

dalam sunyi malam ganggang menari 
menurut beta punya tifa 
pohon pala, badan perawan djadi 
hidup sampai pagi tiba 

mari menari ! 
mari beria ! 
mari berlupa ! 

awas ! djangan bikin bea marah 
beta bikin pala mati, gadis kaku 
beta kirim datu-datu ! 

beta ada dimalam, ada disiang 
irama ganggang dan api membakar pulau ....... 

beta pattiradjawane 
jang didjaga datu-datu 
tjuma satu

Sajak dan syair puisi cinta karya dari Chairil Anwar

SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946


Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!!

Dari: Deru Campur Debu


SAJAK PUTIH
buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah...

Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku...

1944


RUMAHKU

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

April 1943

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? 
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, 
bermata tajam 
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya 
kepastian 
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini 
Aku suka pada mereka yang berani hidup 
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam 
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...... 
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! 

1948

Siasat,
Th III, No. 96
1949

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji 
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu 
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu 
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu 
Aku sekarang api aku sekarang laut 

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat 
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar 
Di uratmu di urtku kapal-kapal kt bertolak dan brlabuh 

1948

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbag
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Maret 1943


NISAN

Bukan kematian benar menusuk kalbu 
Keridhaanmu menerima segala tiba 
Tak kutahu setinggi itu di atas debu 
Dan duka maha tuan tak bertahta.

Diatas merupakan 10 puisi dan sajak indah dari Chairil Anwar yang begitu melegenda dan banyak memberikan nasehat, motivasi dan inspirasi bagi kita semua. selamat menikmati.
Hida
Hida Seorang Pengajar di salah satu sekolah swasta, Suka menulis puisi dan cerpen, dan saat ini setidaknya telah memiliki ratusan judul puisi dan puluhan cerpen, melalui blog ini berharap karya saya dapat bermanfaat dan menginspirasi sahabat pembaca.