Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

13 Karya Puisi Indah Tentang Berbagai Hal Dari Hida

Karya Puisi berikut ini adalah puisi dari Hida Koma yang memang telah banyak menciptakan puisi tentang berbagai hal.

Ada ratusan judul puisi telah diciptakan oleh dia dan beberapa telah kami posting di puisi.my.id. dan untuk saat ini kami kembali bagikan deretan puisi indah dari Hida Koma untuk sahabat.

SAAT ITU...
By: Hida Koma

dingin tempatku,
sekarang mendidih
tak panas memang tapi rumahku kebanjiran
sedang kau tak mendengar jerit kami
juga cicit anak kami
kalian yang melakukan
kami yang jadi korban
ozon bolong tanpa bisa di tambal
ikutkah kau merasakan?!
Ikut,
Tapi kami dulu yang jadi korban
Baru setelah itu rasakan sendiri buah masam yang kau tanam
Tiada manis dibelakang
Nanti,
Rasakan sendiri
Saat daratan yang kau tempati tergenang
Saat lautan pasang tak pernah surut
Saat itu,
Mungkin baru terikrar dihatimu sedikit penyesalan
Dan saat itu,
Baru kau menyadari
Seberapa penting menjaganya agar tetap lestari

Taman Inspirasi-KB, 15 Oktober 2014
 
karya-puisi-jenuh-dari-hida

JENUH
By: Hida Koma

Tampaknya kejenuhan telah berkuasa
Menyombong tahtanya
Semena-mena pada raga juga jiwa tanpa kira
Maksud hati,
Enyahlah kau!
Enyah dari hati dan diri
Jangan kembali

Senin, 20 Oktober 2014
08:30

TAK ADA BADAL
By: Hida Koma

Lama sudah telah ku duduktenangkan diri
Menanti titah
Jalankan perintah
Lama,
Tak kunjung ada sambutnya
Jika bisa,
Ingin segara ku berdiri luruskan kaki
Tegakkan punggung
Lalu melenggang tanpa beban
Tapi sayang,
Kewajiban adalah kewajiban
Tak bisa di tukar
Ataupun digantikan
Tak ada badal
Apalagi perwakilan

Senin, 20 oktober 2014
08: 40


MULAI MERINDU
By: Hida Koma

Ada yang tak biasa,
Ada yang berbeda
Disendiriku juga bersamaku
Ingat kamu
Disepiku juga ramaiku
Ingat kamu
Ditidur juga terjagaku
Ingat kamu,
Kamu,
Kamu,
Dan kamu,
Siapa dirimu yang godai indraku?
Siapa dirimu yang candai benakku?
Siapa dirimu yang usik nyenyak tidurku?
Siapa dirimu yang alihkan selera makanku?
Siapa kamu?!
Perasaan,
Aku tak pernah mengundangmu memasuki sisi hatiku
Juga tak memintamu menyelami ruang hidupku
Tapi,
Disudut lembar hari,
Dirimu kudapati
Ku temu disetiap waktu
Jangan-jangan aku mulai merindu
Atau,
Bisa-bisa aku mulai kangen kamu

Senin, 20 Oktober 2014
08:50


PESTA DEMOKRASI
(Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi)
BY: Hida Koma

Pesta demokrasi baru saja dimulai
Sumpah jabatan usai dibacakan
Semua bersorak,
Bertapuk tangan bergembira ria
Berbagai ucapan selamat terucapkan
Berganti jabat tangan di eratkan

Ada begitu banyak PR yang harus dikerjakan
Ada beragam persoalan yang mesti dituntaskan
Siapkah engkau?!
Tanyaku,
Tak usah kau jawab sekarang pak,
Tak perlu
Sebab jawaban kan ku temu lima tahun lagi
Meski harus menunggu
Kan ku tunggu

Bawa indonesiaku lebih maju
Selaju kereta kuda membawamu berlalu dari istana negara
Tak perlu tergesa-gesa
Pelan tapi pasti itu saja
Bukan hasil yang pertama
Tapi proses yang utama

“Selamat pak”,
Padamu juga kan ku ucapkan selamat
Jadikan Indonesia lebih hebat

Senin, 20 Okober 2014
11:47


RIMBAMU
By: Hida Koma

Mata merah, lelah
Memandang jemu mentari
Langkah kian tak terarah
Menunggumu kembali
Kau kemana?!
Kemana dikau bersembunyi?!

Rimbamu tak terlacak
Hilang tak berjejak
Bagai kapas dilahap panas
Tak berbekas
Kandas    

 Telah ku coba uraikan benang kenangan
Tapi kusut selalu datang membuyarkan
Hilang,
Dan kembali kudapati kenyataan memilukan
Kau tak disini
Kau tak disisi

Kabut tipis perlahan menuruni lembah mataku
Putih,
Pandangan tersamarkan oleh masa depan
Dan tentangmu,
Rimbamu tak bertempat lagi
Semua terganti
Begitu saja terlewati


Selasa, 21 Oktober 2014
11:12


HARI BARU
By: Hida Koma

Habis sudah lelah
Kusiram basah,
Harapan mekar berbinar
Kalahkan terang sinar
Hilang sudah tinta hitam lebam
Diwajah hari yang kujalani
Kini berseri
Singkirkan mentari

Selasa, 21 Oktober 2014
11:20


ANDAI BISA
By: Hida Koma

Rembulan bersembunyi malam ini
Gelap merajai jagad
Menimang remang
Meninabobokan terang
Kau layangkan pandang
Ke angkasa luar,
Menerawang
Kudapati ragamu berdiri
Tapi tidak untuk jiwamu
Benakmu entah kemana berkelana
Dari balik jendela kaca kubertanya
“ kau sedang apa?!”
“ kau menunggu siapa?!”

Tak ku temu jawabanmu
Kau membisu,
Masih membisu
Merayu awan hitam
‘gar beri jalan pada bulan ‘tuk bersinar
Terangi wajahmu
Terangi hatimu juga harapmu

Andai bisa,
Kan ku minta jadi bulannya
Tuk temani sepi malammu dimataku
Aku tak tega
Tak kan ku biarkan hening sepi menggandeng tanganmu
Membawamu berkubang dalam kesendirian
Cukup aku
Tak perlu dirimu

Rabu, 22 Oktober 2014
07:25


ANDAI BISA
By: Hida Koma

Rembulan bersembunyi malam ini
Gelap merajai jagad
Menimang remang
Meninabobokan terang
Kau layangkan pandang
Ke angkasa luar,
Menerawang
Kudapati ragamu berdiri
Tapi tidak untuk jiwamu
Benakmu entah kemana berkelana
Dari balik jendela kaca kubertanya
“ kau sedang apa?!”
“ kau menunggu siapa?!”

Tak ku temu jawabanmu
Kau membisu,
Masih membisu
Merayu awan hitam
‘gar beri jalan pada bulan ‘tuk bersinar
Terangi wajahmu
Terangi hatimu juga harapmu

Andai bisa,
Kan ku minta jadi bulannya
Tuk temani sepi malammu dimataku
Aku tak tega
Tak kan ku biarkan hening sepi menggandeng tanganmu
Membawamu berkubang dalam kesendirian
Cukup aku
Tak perlu dirimu

Rabu, 22 Oktober 2014
07:25

SELAMAT DATANG KEMBALI, ABAH.....
By: Hida Koma

Sebulan berlalu
Membawamu pergi dari sisi kami
Jauh ke saudi
Tunaikan haji
Dan pagi ini,
Kabar kembalimu telah menggema di telinga
Mekarkan hati yang bersembunyi
Untuk mapak
Bersiap menyambutmu
Menyambut datangnya lagu rindu
Selamat datang kembali kerumah, abah....
selamat


(teruntuk abah yang pulang ari ibadah haji di tahun ini)
Kamis, 23 Oktober 2014
07.48


TERPERANGA
By: Hida Koma

Fajar merekah,
Kembali ku berbenah
Menengadah
Mengharap celah masih bisa dipilah
Aku terparangah
Semuanya berubah
Padahal belum usai ku berbenah

Kamis, 23 Oktober 2014
08:17


TERPERANGA
By: Hida Koma

Fajar merekah,
Kembali ku berbenah
Menengadah
Mengharap celah masih bisa dipilah
Aku terparangah
Semuanya berubah
Padahal belum usai ku berbenah

Kamis, 23 Oktober 2014
08:17


TERPERANGA
By: Hida Koma

Fajar merekah,
Kembali ku berbenah
Menengadah
Mengharap celah masih bisa dipilah
Aku terparangah
Semuanya berubah
Padahal belum usai ku berbenah

Kamis, 23 Oktober 2014
08:17

Selain puisi diatas, masih banyak lagi puisi menarik lainya dari Hida Koma. Tunggu saja postingan selanjutnya.
Hida
Hida Seorang Pengajar di salah satu sekolah swasta, Suka menulis puisi dan cerpen, dan saat ini setidaknya telah memiliki ratusan judul puisi dan puluhan cerpen, melalui blog ini berharap karya saya dapat bermanfaat dan menginspirasi sahabat pembaca.